Setelah Emas Antam Kini Harga Bitcoin Juga Turun
Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level terendah $75.815, sebelum mencoba melakukan pemantulan teknikal hingga area $83.951.
Namun, tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke bawah $80.000. Secara intraday, pergerakan harga BTC juga masih rapuh.
Dalam satu jam terakhir, harga tercatat melemah 0,29%, menunjukkan bahwa minat beli jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan momentum.
Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $73,97 miliar, relatif tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya distribusi agresif, bukan akumulasi, di tengah volatilitas pasar. Akibat penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,57 triliun, turun cukup signifikan dari level di atas $1,7 triliun sebelumnya.
Dengan pasokan beredar 19,98 juta BTC, Bitcoin telah mencapai sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.
Meski pasokan yang semakin terbatas secara teori mendukung narasi kelangkaan jangka panjang, kondisi makro dan sentimen global saat ini masih menjadi faktor dominan yang menekan harga.
*8beritanews.com
Namun, tekanan jual kembali muncul dan mendorong harga turun ke bawah $80.000. Secara intraday, pergerakan harga BTC juga masih rapuh.
Dalam satu jam terakhir, harga tercatat melemah 0,29%, menunjukkan bahwa minat beli jangka pendek belum cukup kuat untuk membalikkan momentum.
Volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat sebesar $73,97 miliar, relatif tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Lonjakan volume ini mengindikasikan adanya distribusi agresif, bukan akumulasi, di tengah volatilitas pasar. Akibat penurunan harga tersebut, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,57 triliun, turun cukup signifikan dari level di atas $1,7 triliun sebelumnya.
Dengan pasokan beredar 19,98 juta BTC, Bitcoin telah mencapai sekitar 95,16% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.
Meski pasokan yang semakin terbatas secara teori mendukung narasi kelangkaan jangka panjang, kondisi makro dan sentimen global saat ini masih menjadi faktor dominan yang menekan harga.
*8beritanews.com