Mulai 1 Juni 2026 Mobil diatas 1400 cc Wajib Pakai Pertamax.
Nasional - Pemerintah resmi memberlakukan larangan penggunaan BBM subsidi Pertalite bagi mobil bermesin di atas 1.400 cc mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 dan diperkuat lewat sistem digitalisasi QR Code MyPertamina yang kini langsung memblokir pengisian jika kendaraan masuk daftar larangan.
Dampaknya sangat luas karena menyasar mobil paling laris di Indonesia. Toyota Avanza 1.5, Veloz, Mitsubishi Xpander, Rush, Honda BR-V, hingga Hyundai Stargazer semuanya wajib beralih ke Pertamax RON 92 atau lebih tinggi. Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha menyebut pembatasan berdasarkan kapasitas mesin ini berpotensi menghemat konsumsi subsidi nasional hingga 10 hingga 15 persen.
Kebijakan ini tidak lepas dari tekanan anggaran yang kian berat. Realisasi subsidi dan kompensasi energi hingga Maret 2026 sudah menyentuh Rp118,7 triliun atau 26,6% dari pagu APBN, diperparah oleh harga minyak dunia yang melampaui asumsi APBN dan Rupiah yang melemah menembus Rp17.500 per dolar AS.
Bagi pemilik kendaraan terdampak, tidak ada pilihan selain beralih ke BBM nonsubsidi. Selisih harga Pertalite dan Pertamax bisa menambah beban pengeluaran bulanan secara signifikan, terutama bagi pengguna harian dengan mobilitas tinggi di kota-kota besar.
*8beritanews.com
Dampaknya sangat luas karena menyasar mobil paling laris di Indonesia. Toyota Avanza 1.5, Veloz, Mitsubishi Xpander, Rush, Honda BR-V, hingga Hyundai Stargazer semuanya wajib beralih ke Pertamax RON 92 atau lebih tinggi. Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha menyebut pembatasan berdasarkan kapasitas mesin ini berpotensi menghemat konsumsi subsidi nasional hingga 10 hingga 15 persen.
Kebijakan ini tidak lepas dari tekanan anggaran yang kian berat. Realisasi subsidi dan kompensasi energi hingga Maret 2026 sudah menyentuh Rp118,7 triliun atau 26,6% dari pagu APBN, diperparah oleh harga minyak dunia yang melampaui asumsi APBN dan Rupiah yang melemah menembus Rp17.500 per dolar AS.
Bagi pemilik kendaraan terdampak, tidak ada pilihan selain beralih ke BBM nonsubsidi. Selisih harga Pertalite dan Pertamax bisa menambah beban pengeluaran bulanan secara signifikan, terutama bagi pengguna harian dengan mobilitas tinggi di kota-kota besar.
*8beritanews.com