8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Kisah Pembangunan Bandara Soekarno Hatta Tangerang

Kisah Pembangunan Bandara Soekarno Hatta Tangerang
Redaksi - Bandara Soetta mulai dibangun 1975 dan mulai beroperasi pertama kali 1 Mei 1985. Bandara ini diresmikan oleh Presiden Suharto pada 5 Juli 1985. Bandara seluas 2.555 Ha ini menggantikan Bandara Kemayoran yang terletak terletak di pusat kota Jakarta dan dianggap sudah tidak memadai lagi. Posisi Bandara Kemayoran terkepung oleh kepadatan kota, menimbulkan kebisingan, sudah tidak bisa diperluas lagi sementara frekuensi penerbangan bertambah dan juga terlalu dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma sehingga membuat penerbangan saling menyilang dan beresiko bagi keselamatan.

Awalnya Bandara Soetta dibangun dengan 1 terminal dengan 3 sub terminal dan 2 landasan pacu yaitu Runway 1 (07R/25L) panjang 3.660 M dan Runway 2 (07L/25R) panjang 3.600 m. Biaya pembangunan terminal dan Runway ini (tahap pertama 1975-1981) di perkirakan USD 462-530 juta. Pada tahap kedua (1981-1985) biaya untuk perluasan terminal domestik diperkirakan sebesar USD 126 - 514 juta.

Arsitek Bandara Soetta adalah Paul Andreu seorang Perancis yang juga menjadi arsitek untuk bandara Charles de Gaulle dan Orly Paris. Andreu juga menjadi arsitek bandara Manila, Pudong Shanghai, Brunei, Abu Dhabi, Dubai dan Kairo. Paul Andreu bersama Biro konsultan ADPI (Aeroport de Paris Ingenerie) ditunjuk oleh pemerintah Indonesia menjadi arsitek akhir 1976. Proses desain berlangsung selama 18 bulan dilanjutkan persiapan dan pembangunan yang dimulai 1980.

Desain terminal Bandara Soetta terinspirasi dari perkampungan Indonesia yang dilihat Andreu ketika mendarat di Indonesia (foto 9). Rumah² (kampung) yang terlihat oleh Andreu mayoritas berbentuk atap pelana, julang ngapak dan perisai. Wujudnya terlihat di terminal 1 dan 2 atap pelana digunakan untuk main building dan terminal, Julang ngapak untuk atap koridor utama dan atap perisai untuk boarding lounge.

Selain itu koridor antara "rumah-rumah kampung" yang terpisah diselipkan tanaman² rimbun sehingga view monoton beton bandara dan kesibukan pesawat di apron membuat perhatian penumpang teralihkan dan merasa nyaman. Koridor antara "rumah² kampung" itu dulunya terbuka tanpa panel kaca seperti sekarang.

Pada fase selanjutnya dibangunlah Terminal 3 (lama) 2006-2009. Selanjutnya dibangun pula Terminal 3 (ultimate) yang mulai beroperasi 9 Agustus 2016 untuk domestik dan 1 Mei 2017 untuk jalur internasional. Selain itu telah pula dibangun runway ke 3 dengan panjang 3.000 meter dan resmi beroperasi Januari 2020. Pada tahun 4 Mei 2025 Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umroh 2F.

Sementara itu rencana pembangunan Terminal 4 telah dibatalkan oleh pemerintah pada November 2024. Alasan pembatalan itu menurut Menteri BUMN Erick Thohir adalah demi efisiensi. Penambahan kapasitas penumpang tetap dilakukan tetapi dengan biaya yang lebih kecil. Sebelumya pembangunan terminal 4 diestimasikan menelan biaya Rp 14 T.

Dalam dunia penerbangan Bandara Soekarno Hatta Internasional Airport disingkat SHIA disebut juga Cengkareng Airport. IATA memberinya kode CGK dan ICAO menyebutnya WIII. Bandara ini menjadi bandara tersibuk di Indonesia dengan rute domestik dan internasional. Untuk rute domestik hampir semua ibukota provinsi mempunyai rute ke bandara Soetta. Sementara untuk internasional rute terpadat adalah Singapura, Kuala Lumpur dan Jeddah. Jumlah penumpang bandara Soetta mencapai 65,89 juta (2019). Tetapi angka ini merosot tajam ketika covid-19 melanda yakni 20,6 juta (2020) dan 18,8 juta (2021).

Bandara Soetta dikelola oleh PT Angkasa Pura (Injourney Airports) yaitu perusahaan BUMN PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Injourney). Injourney adalah holding company yang merupakan merger PT Angkasa Pura 1 dan 2 yang sebelumnya membagi pengelolaan bandara di Indonesia. Saat ini Injourney mengelola 37 bandara.

*8beritanews.com
Sumber:
- id.wikipedia.org
- www.traveloka.com
- travel.kompas.com
- www.goersapp.com
- airportman.id
//masuan-tiktok