Kerap di Bully Karyawan Dikominfo Kabupaten Kukar Bakar Ruang Rapat
Breaking News - Persoalan candaan dan pembullyan di lingkungan kerja berujung panjang.
Seorang karyawan Dikominfo Kabupaten Kutai Kartanegara berinisial MFA diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam pembakaran ruang rapat di kantor tempatnya bekerja, Selasa pagi, (11/8/ 2026).
Dari pemeriksaan awal, aksi tersebut diduga berkaitan dengan rasa kesal MFA yang disebut kerap menjadi bahan candaan rekan-rekan kerjanya.
Foto dirinya diduga beberapa kali diambil, diedit, kemudian digunakan sebagai bahan lelucon hingga dibuat menjadi stiker.
Situasi yang awalnya disebut sebagai candaan itu kemudian berkembang menjadi persoalan serius.
Polisi menduga MFA telah mempersiapkan sekitar 30 hingga 40 liter bensin sebelum kebakaran terjadi.
Sekitar pukul 07.20 Wita, MFA disebut mulai mempersiapkan aksinya. Hanya berselang sekitar 10 menit, tepatnya pukul 07.30 Wita, kebakaran dilaporkan terjadi di ruang rapat.
Kasus ini pun langsung menjadi perhatian karena konflik yang bermula dari persoalan pribadi di lingkungan kerja tersebut berakhir dengan terbakarnya fasilitas kantor.
Polisi masih menyelidiki secara menyeluruh rangkaian kejadian, termasuk bagaimana bahan bakar tersebut dibawa ke lokasi dan digunakan.
Di sisi lain, polisi juga mengetahui adanya sebuah video yang memperlihatkan dugaan pemukulan terhadap MFA setelah diamankan.
Namun, aparat masih mendalami video tersebut dan belum memastikan secara pasti kronologi maupun pihak yang terlibat di dalamnya.
Candaan mungkin terasa biasa bagi yang melontarkannya. Tapi bagi orang yang menjadi sasaran, dampaknya bisa berbeda.
Meski begitu, ketika persoalan berubah menjadi dugaan aksi pembakaran, perkara tersebut sudah masuk ke ranah hukum dan harus ditangani melalui proses yang berlaku.
*8beritanews.com
Seorang karyawan Dikominfo Kabupaten Kutai Kartanegara berinisial MFA diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam pembakaran ruang rapat di kantor tempatnya bekerja, Selasa pagi, (11/8/ 2026).
Dari pemeriksaan awal, aksi tersebut diduga berkaitan dengan rasa kesal MFA yang disebut kerap menjadi bahan candaan rekan-rekan kerjanya.
Foto dirinya diduga beberapa kali diambil, diedit, kemudian digunakan sebagai bahan lelucon hingga dibuat menjadi stiker.
Situasi yang awalnya disebut sebagai candaan itu kemudian berkembang menjadi persoalan serius.
Polisi menduga MFA telah mempersiapkan sekitar 30 hingga 40 liter bensin sebelum kebakaran terjadi.
Sekitar pukul 07.20 Wita, MFA disebut mulai mempersiapkan aksinya. Hanya berselang sekitar 10 menit, tepatnya pukul 07.30 Wita, kebakaran dilaporkan terjadi di ruang rapat.
Kasus ini pun langsung menjadi perhatian karena konflik yang bermula dari persoalan pribadi di lingkungan kerja tersebut berakhir dengan terbakarnya fasilitas kantor.
Polisi masih menyelidiki secara menyeluruh rangkaian kejadian, termasuk bagaimana bahan bakar tersebut dibawa ke lokasi dan digunakan.
Di sisi lain, polisi juga mengetahui adanya sebuah video yang memperlihatkan dugaan pemukulan terhadap MFA setelah diamankan.
Namun, aparat masih mendalami video tersebut dan belum memastikan secara pasti kronologi maupun pihak yang terlibat di dalamnya.
Candaan mungkin terasa biasa bagi yang melontarkannya. Tapi bagi orang yang menjadi sasaran, dampaknya bisa berbeda.
Meski begitu, ketika persoalan berubah menjadi dugaan aksi pembakaran, perkara tersebut sudah masuk ke ranah hukum dan harus ditangani melalui proses yang berlaku.
*8beritanews.com