Dihina Pamannya Seorang Pemuda Nekat Bongkar Makam Ibunya.
Tangsel - Kejadian ini tidak patut di contoh, Keheningan malam di taman pemakaman umum dusun sengkol kelurahan muncul kecamatan Setu Tangerang Selatan mendadak pecah pada Sabtu malam (9/5/2026).
Seorang pemuda yatim piatu bernama A (25) nekat membongkar makam ibu nya dengan menangis sesenggukan bercampur emosi yang meledak-ledak.
Insiden ini berawal dari cekcok mulut A dengan istri paman bernama sebut saja P yg di sebabkan karena A tidak membersihkan kamar tidur nya hingga menimbulkan keributan.
Mendengar keributan tersebut, paman nya yg bernama sebut saja FL yang menampung A sejak kecil di rumah nya, ikut membela istrinya hingga tersulut emosi .
Dalam keadaan marah besar sang paman melontar kan kata kata sarkas yang sangat tajam
" Pergi sana dari rumahku ,bawa makam ibumu sekalian" hardik pamannya seperti dikutip A kepada para wartawan.
Paman nya hanya menganggap kata kata itu sebagai teguran imbas kemarahan saja tapi beda dengan A yg sangat merasa sakit hati dengan kata kata Paman nya itu .
Dengan penuh emosi , A bergegas menuju ke makam ibu nya di malam hari di TPU sengkol , dan nekat menggali pusara sang ibu.
Aksi A yang tak lazim ini spontan mengundang perhatian banyak warga dari pengurus makam , petugas lingkungan hingga tokoh masyarakat mereka berusaha membujuk A untuk menghentikan aksi nya itu .
Bahkan seorang warga memutus kabel aliran listrik penerangan yang menuju arah ke area makam supaya suasana menjadi gelap dan A berhenti menggali .
Namun segala upaya bujukan itu tak di gubris oleh A hingga setelah segala upaya di rasa buntu , warga pun meninggal kan lokasi makam.
Tak lama warga kembali mengecek ke area makam dan ternyata A sudah pergi dari tempat makam itu dan terlihat makam hanya bisa tergali sedalam 60 cm dan belum menyentuh ke area dalam makam, lalu warga pun merapikan makam kembali seperti semula.
Dibantu Pihak Kelurahan dan Tokoh Masyarakat kasus A dengan Pamannya ini sudah di selesaikan dengan cara kekeluargaan.
Kasus A ini menjadi pengingat keras bagi semua orang tentang bahaya nya "lidah yang tak bertulang".
Mental orang berbeda saat emosi hindari lah melontar kan kata kata sindiran atau sarkasme yang menyangkut orang tua yang sudah tiada.
Karena ada sebagian orang apalagi jika pikiran sedang kalut , menganggap kata kata kiasan , di terjemahkan menjadi tindakan yang nekat dan merugikan banyak orang.
*8beritanews.com
dikutip dari sekilasnews.
Seorang pemuda yatim piatu bernama A (25) nekat membongkar makam ibu nya dengan menangis sesenggukan bercampur emosi yang meledak-ledak.
Insiden ini berawal dari cekcok mulut A dengan istri paman bernama sebut saja P yg di sebabkan karena A tidak membersihkan kamar tidur nya hingga menimbulkan keributan.
Mendengar keributan tersebut, paman nya yg bernama sebut saja FL yang menampung A sejak kecil di rumah nya, ikut membela istrinya hingga tersulut emosi .
Dalam keadaan marah besar sang paman melontar kan kata kata sarkas yang sangat tajam
" Pergi sana dari rumahku ,bawa makam ibumu sekalian" hardik pamannya seperti dikutip A kepada para wartawan.
Paman nya hanya menganggap kata kata itu sebagai teguran imbas kemarahan saja tapi beda dengan A yg sangat merasa sakit hati dengan kata kata Paman nya itu .
Dengan penuh emosi , A bergegas menuju ke makam ibu nya di malam hari di TPU sengkol , dan nekat menggali pusara sang ibu.
Aksi A yang tak lazim ini spontan mengundang perhatian banyak warga dari pengurus makam , petugas lingkungan hingga tokoh masyarakat mereka berusaha membujuk A untuk menghentikan aksi nya itu .
Bahkan seorang warga memutus kabel aliran listrik penerangan yang menuju arah ke area makam supaya suasana menjadi gelap dan A berhenti menggali .
Namun segala upaya bujukan itu tak di gubris oleh A hingga setelah segala upaya di rasa buntu , warga pun meninggal kan lokasi makam.
Tak lama warga kembali mengecek ke area makam dan ternyata A sudah pergi dari tempat makam itu dan terlihat makam hanya bisa tergali sedalam 60 cm dan belum menyentuh ke area dalam makam, lalu warga pun merapikan makam kembali seperti semula.
Dibantu Pihak Kelurahan dan Tokoh Masyarakat kasus A dengan Pamannya ini sudah di selesaikan dengan cara kekeluargaan.
Kasus A ini menjadi pengingat keras bagi semua orang tentang bahaya nya "lidah yang tak bertulang".
Mental orang berbeda saat emosi hindari lah melontar kan kata kata sindiran atau sarkasme yang menyangkut orang tua yang sudah tiada.
Karena ada sebagian orang apalagi jika pikiran sedang kalut , menganggap kata kata kiasan , di terjemahkan menjadi tindakan yang nekat dan merugikan banyak orang.
*8beritanews.com
dikutip dari sekilasnews.