8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

BPBD Lampung Pasang 6 Sirene Pantau Gunung Anak Krakatau

BPBD Lampung Pasang 6 Sirene Pantau Gunung Anak Krakatau
Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengandalkan enam unit early warning system (EWS) yang terpasang di pesisir Kabupaten Lampung Selatan untuk membantu mengantisipasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pemantauan aktivitas GAK terus dilakukan bersama Pos Pantau Krakatau. EWS dipasang di sejumlah desa yang dinilai berpotensi terdampak apabila terjadi erupsi, gempa, maupun tsunami.

Enam perangkat tersebut dapat memberikan peringatan awal melalui sirene ketika terdeteksi kondisi darurat, seperti gempa atau peningkatan tinggi gelombang laut.

Jika terjadi kendala teknis, sistem dapat diaktifkan secara manual dari pos pantau melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop).

Perangkat EWS ditempatkan di desa berstatus Desa Tangguh Bencana (Destana), karena masyarakatnya telah mendapatkan pelatihan dan memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana.

Berdasarkan laporan aktivitas terbaru MAGMA Indonesia pada Rabu (19/8/206) periode 06.00–12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga).

Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan ketinggian sekitar 10–50 meter dari puncak.

Pada periode tersebut tercatat 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 12,5 mm dan durasi 6 detik, 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 18–44 mm serta durasi 8–18 detik, dan 1 kali tremor menerus dengan amplitudo 0,5–5,5 mm dengan dominan 1 mm.

MAGMA Indonesia merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

*8beritanews.com

Sumber: ANTARA dan laporan aktivitas MAGMA Indonesia.