BMKG Perkirakan Kemarau 2026 Berlangsung Hingga November
Jakarta - BMKG memperkirakan kemarau 2026 akan berlangsung hingga November 2026.
Kondisi normal umumnya akan berakhir sekitar Oktober. Namun, pengaruh El Niño membuat musim panas di Indonesia pada 2026 jadi lebih panjang.
"BMKG memprediksi fenomena El Niño akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98% dan kategori kuat sebesar 62%, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan bulan Oktober," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dikutip dari laman resmi BMKG.
Meski begitu, BMKG memprediksi secara umum musim kemarau 2026 di Indonesia akan berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober.
Berdasarkan laporan "Prakiraan Cuaca Periode 14-20 Agustus 2026", 76,5% wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau.
Secara umum, kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi oleh El Niño dengan intensitas sangat kuat dan kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Hal ini menyebabkan berkurangnya suplai uap air sehingga atmosfer cenderung lebih kering.
Meski begitu, hujan lokal masih berpotensi terjadi. Sebab, dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Misalnya, dalam periode 14-20 Agustus, potensi hujan masih bisa terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, hingga Papua Pegunungan.
*8beritanews.com
Kondisi normal umumnya akan berakhir sekitar Oktober. Namun, pengaruh El Niño membuat musim panas di Indonesia pada 2026 jadi lebih panjang.
"BMKG memprediksi fenomena El Niño akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori moderat sebesar 98% dan kategori kuat sebesar 62%, namun demikian dampaknya untuk wilayah Indonesia ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan bulan Oktober," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dikutip dari laman resmi BMKG.
Meski begitu, BMKG memprediksi secara umum musim kemarau 2026 di Indonesia akan berakhir pada pertengahan hingga akhir Oktober.
Berdasarkan laporan "Prakiraan Cuaca Periode 14-20 Agustus 2026", 76,5% wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau.
Secara umum, kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi oleh El Niño dengan intensitas sangat kuat dan kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Hal ini menyebabkan berkurangnya suplai uap air sehingga atmosfer cenderung lebih kering.
Meski begitu, hujan lokal masih berpotensi terjadi. Sebab, dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Misalnya, dalam periode 14-20 Agustus, potensi hujan masih bisa terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, hingga Papua Pegunungan.
*8beritanews.com