Begini "ide" Pemda Kota Tangsel Menangani Persoalan Sampah
Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami krisis sampah serius sejak pertengahan Desember 2025 dengan timbunan lebih dari 1.000 ton per hari, melebihi kapasitas TPA Cipeucang yang hanya menampung 400 ton perhari.
Pemkot Tangsel menetapkan status darurat, melakukan pengolahan sampah lewat pihak ketiga, dan menargetkan penggunaan komposter di pasar tradisional untuk mengurangi beban sampah.
Berikut adalah poin-poin utama terkait situasi sampah di Tangerang Selatan, dengan Status Darurat Sampah, Tumpukan sampah menggunung di beberapa lokasi, seperti Ciputat dan Serpong, memaksa pemerintah menetapkan status tanggap darurat yang diperpanjang hingga pertengahan Januari 2026.
Penyebab Krisis Produksi sampah mencapai 1.000 ton/hari, sementara TPA Cipeucang yang beroperasi sejak 2011 sudah melebihi kapasitas (kolaps).
Langkah Pemkot Tangsel adalah berupaya menggandeng pihak ketiga untuk pengolahan sampah, bukan sekadar pembuangan terbuka (open dumping).
Penggunaan teknologi komposter di pasar tradisional (Cimanggis, Reni, Gintung, Jengkol) untuk mengatasi sampah. Pemkot Tangsel juga menegaskan upaya berkelanjutan untuk mengurangi sampah dari sumbernya dan memaksimalkan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di tingkat kecamatan.
(di olah dari berbagai sumber berita)
*8beritanews.com
Pemkot Tangsel menetapkan status darurat, melakukan pengolahan sampah lewat pihak ketiga, dan menargetkan penggunaan komposter di pasar tradisional untuk mengurangi beban sampah.
Berikut adalah poin-poin utama terkait situasi sampah di Tangerang Selatan, dengan Status Darurat Sampah, Tumpukan sampah menggunung di beberapa lokasi, seperti Ciputat dan Serpong, memaksa pemerintah menetapkan status tanggap darurat yang diperpanjang hingga pertengahan Januari 2026.
Penyebab Krisis Produksi sampah mencapai 1.000 ton/hari, sementara TPA Cipeucang yang beroperasi sejak 2011 sudah melebihi kapasitas (kolaps).
Langkah Pemkot Tangsel adalah berupaya menggandeng pihak ketiga untuk pengolahan sampah, bukan sekadar pembuangan terbuka (open dumping).
Penggunaan teknologi komposter di pasar tradisional (Cimanggis, Reni, Gintung, Jengkol) untuk mengatasi sampah. Pemkot Tangsel juga menegaskan upaya berkelanjutan untuk mengurangi sampah dari sumbernya dan memaksimalkan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di tingkat kecamatan.
(di olah dari berbagai sumber berita)
*8beritanews.com