8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Banjir Bandang Nepal dipicu Runtuhnya Gletser Gunung Himalaya

Banjir Bandang Nepal dipicu Runtuhnya Gletser Gunung Himalaya
Berita Redaksi - Banjir bandang dahsyat yang menerjang perbatasan Nepal-Tibet sejak Rabu,(26/8/2026), telah menyebabkan sedikitnya 675 orang tewas di Nepal dan hampir 3.000 orang dinyatakan hilang di wilayah terdampak.

Bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser di Pegunungan Himalaya yang melepaskan es, batu, dan material longsor ke aliran sungai sehingga air meluap setinggi 9 meter hanya dalam waktu 30 menit.

Berikut adalah rangkuman informasi terbaru mengenai situasi korban dan jalannya operasi pencarian:

1.Korban Jiwa, Otoritas Penanggulangan Bencana Nepal melaporkan 675 jenazah telah dievakuasi. Ditambah dengan 7 korban tewas dari sisi Tibet (China), total korban meninggal dunia mencapai 682 orang.

2.Korban Hilang, Sekitar 2.426 orang masih hilang di Nepal dan 554 orang hilang di wilayah Gyirong, Tibet.Sebanyak 933 pekerja proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli 3A masuk dalam daftar orang hilang setelah terowongan tempat mereka bekerja terendam material banjir.

3.Warga Negara Asing (WNA), Lebih dari 540 WNA termasuk para pendaki dan peziarah asal India, Inggris, Amerika Serikat, dan Malaysia yang menuju Gunung Kailash masih belum ditemukan.

Sementara itu Jalannya Operasi Pencarian dan Evakuasi Pencarian Sempat Dihentikan Operasi SAR dan sempat ditangguhkan sementara karena cuaca buruk dan ancaman banjir bandang susulan akibat terbentuknya danau alami baru dari material longsor di perbatasan.

Namun, operasi kini telah dilanjutkan kembali.Tim penyelamat gabungan difokuskan untuk membuka akses dan mengevakuasi sekitar 100 pekerja yang dilaporkan terjebak di dalam terowongan PLTA.

Lebih dari 10.000 personel militer dan polisi dikerahkan karena banyak jembatan putus dan jalan tersapu habis, helikopter menjadi andalan utama untuk mengevakuasi korban selamat dan mendistribusikan logistik obat-obatan serta tenda.

Bantuan Internasional mulai berdatangan, Pemerintah China telah mengirimkan tim ahli teknis terowongan profesional ke lokasi. Sementara itu, India mengerahkan tim penyelamat spesialis dan 6 tim forensik untuk membantu identifikasi jenazah melalui sampel DNA.

*8beritanews.com
(dari berbagai sumber).