8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

Bahaya Kesehatan Tubuh Mengabaikan Waktu untuk Tidur

Bahaya Kesehatan Tubuh Mengabaikan Waktu untuk Tidur
Berita Redaksi - Tidak tidur dalam sehari saja berdampak pada Kesehatan Tubuh, lalu bagaimana dengan Eksperimen yang tidak tidur selama 11 hari.

Tidak tidur selama 11 hari yang paling terkenal dilakukan oleh seorang remaja berusia 17 tahun bernama Randy Gardner pada bulan Januari 1964.

Gardner berhasil tetap terjaga selama 11 hari 25 menit atau total 264,4 jam, untuk sebuah proyek pameran sains di sekolahnya.

Eksperimen yang dipantau langsung oleh peneliti tidur dari Stanford University, Dr. William Dement, ini menjadi salah satu studi kasus medis paling terdokumentasi mengenai dampak ekstrem kurang tidur terhadap tubuh manusia.

Garis Waktu Efek Kurang Tidur pada Randy Gardner Selama 11 hari tanpa tidur, kondisi fisik dan mental Gardner memburuk secara bertahap.

Pada Hari ke-2 Gardner Mengalami kesulitan fokus saat melihat dan tidak bisa mengidentifikasi objek melalui sentuhan.

Hari ke-3 Gardner Menjadi mudah marah, murung, dan kesulitan melakukan permainan kata sederhana.

Hari ke-4 Gardner mulai mengalami halusinasi ekstrem, ia berhalusinasi melihat lampu jalan sebagai orang atau merasa dirinya adalah pemain sepak bola terkenal.

Hari ke-7 Gardner Mengalami tremor (gemetar), bicara tidak jelas, serta penurunan fungsi memori jangka pendek secara drastis.

Hari ke-9 Gardner Mengalami paranoia dan sering kali tidak bisa menyelesaikan kalimat yang sedang ia ucapkan.

Dan pada Hari ke-11 Gardner diminta melakukan tes matematika pengurangan mengurangi 7 terus-menerus dari angka 100.

Saat itu Gardner berhenti di angka 65 karena lupa dengan apa yang sedang ia lakukan.

Meskipun fungsi kognitifnya menurun tajam, hasil pemindaian gelombang otak menunjukkan fenomena unik bernama microsleep regional. Otak Gardner tidak benar-benar terjaga secara keseluruhan.

Beberapa bagian otaknya "tertidur" dan memulihkan diri secara bergantian sementara bagian otak lainnya tetap terbangun.

Hal ini menjelaskan mengapa ia tidak mengalami kerusakan permanen atau kematian selama eksperimen berlangsung.

Dampak Jangka Panjang Setelah eksperimen selesai, Gardner langsung tidur selama 14 jam 40 menit pada malam pertama dan tubuhnya pulih dengan cepat tanpa obat-obatan.

Namun, dalam wawancara di masa tuanya, Gardner mengaku mulai mengalami insomnia parah yang berkepanjangan sejak memasuki usia paruh baya akibat efek jangka panjang dari eksperimen nekat tersebut.

Status Rekor Gardner sempat dicatat oleh Guinness World Records. Namun, Guinness World Records menghentikan kategori ini sejak tahun 1997 karena dianggap terlalu berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan manusia.

Jadi jangan pernah menyepelekan Tidur karena Tubuh Manusia memerlukan Tidur untuk mengembalikan fungsi tubuh secara keseluruhan.

*8beritanews.com