8beritanews
8beritanews portal berita terpercaya

83 Persen Wilayah Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih.

83 Persen Wilayah Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih.
Berita Kabupaten - Dalam dokumen RPJMD 2025-2029 Kabupaten Tangerang, sekitar 83 persen wilayah Kabupaten Tangerang tercatat berada dalam kategori krisis air.

Kondisi tersebut bukan disebabkan minimnya sumber air.

Persoalan utama terletak pada menurunnya kualitas dan kuantitas air baku yang tersedia.

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang Erwin Mawardy mengatakan istilah krisis air mengacu pada keterbatasan air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

“Krisis air itu berkaitan dengan ketersediaan air baku, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas,” ujar Erwin.

Menurutnya, sebagian kebutuhan air masyarakat telah dipenuhi melalui jaringan perpipaan Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR).

Namun, banyak warga masih bergantung pada air tanah melalui sumur bor dan pompa air.

Pemanfaatan air tanah secara berlebihan berpotensi memicu penurunan muka tanah. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu keseimbangan lingkungan.

Karena itu, Pemkab Tangerang terus mendorong perluasan layanan air bersih perpipaan.

“Yang paling ideal, seluruh kebutuhan air rumah tangga dipenuhi melalui jaringan perpipaan yang disiapkan PDAM,” ungkap Erwin.

Erwin mengungkapkan Perumdam TKR siap memperluas jaringan perpipaan hingga menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

Meski demikian, pengembangan layanan masih terkendala keterbatasan sumber air baku.

Saat ini, Perumdam TKR mengandalkan Sungai Cisadane sebagai sumber utama pasokan air baku.

Di sisi lain, kualitas Sungai Cisadane terus tertekan akibat pencemaran limbah domestik, industri, dan sampah.

Kondisi tersebut menyebabkan biaya pengolahan air semakin tinggi.

Perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih besar agar air tetap layak dikonsumsi masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemkab Tangerang berharap pada proyek Karian-Serpong yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Melalui proyek tersebut, Kabupaten Tangerang diproyeksikan memperoleh tambahan pasokan air baku sebesar 3.750 liter per detik.

Pasokan itu berasal dari Bendungan Karian yang berada di Kabupaten Lebak, Banten.

“Jika terealisasi, pasokan tersebut berpotensi melayani kebutuhan sekitar 365 ribu kepala keluarga,” jelas Erwin.

Air dari Bendungan Karian nantinya akan diolah di instalasi pengolahan air yang dibangun di Kecamatan Solear.

Selanjutnya, air bersih akan disalurkan ke masyarakat melalui jaringan perpipaan.

Krisis air juga mulai berdampak pada sektor pertanian.

Keterbatasan pasokan air irigasi di sejumlah wilayah menjadi salah satu indikatornya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, cakupan layanan air bersih perpipaan di Kabupaten Tangerang telah mencapai sekitar 65 persen.

Angka tersebut berasal dari total kebutuhan rumah tangga yang ada saat ini.

Erwin optimistis cakupan layanan akan terus meningkat setelah tambahan pasokan air dari Bendungan Karian tersedia.

“Kalau tambahan air baku dari Karian sudah tersedia, cakupan layanan perpipaan bisa terus ditingkatkan hingga menjangkau lebih banyak masyarakat,” Ujar Erwin.

*8beritanews.com